EL-JOMBLO: Komposisi Gender Di Kampus


Muhyiddin el-febiens

Masa jadi mahasiswa adalah masa yang berapi-api, rasa keingintahuan terhadap segala sesuatu itu muncul. Pada masa inilah sebenarnya bisa disebut sebagai masa puber bagi kaum intelektual. Sebagai salah satu agen perubahan, mahasiswa selalu ingin mengembangkan diri dalam sesuatu yang diminatinya. Untuk mengembangkan diri ada beberapa ruang seperti misalnya jadi aktifis dalam organisasi, olahraga, sastra, student government dll. Sesuai dengan yang disukainya.

Selain puber dalam intelektual, sepertinya juga bisa disebut sebagai puber dalam hal seksualitas, makanya banyak yang kecelakaan dalam berhungan lain jenis. Sex in the cost adalah suatu fenomena yang tidak dapat di pungkiri lagi saat ini. Akan tetapi, tidak kesemuanya mahasiswa melakukan hal tersebut, tapi yang suka banyak. 

Jomblo..? itulah kata yang akan kita bahas pada kali ini, di kampusku bahkan ada suatu komunitas orang-orang jomblo tersebut yang orientasinya tentu saja untuk menemukan seorang cewek karena memang dikampusku komposisi gender itu tidak seimbang sehingga muncullah suatu gerakan Jomblo ini.

Gerakan jomblo (GERJO) ini pula lah yang sebenarnya membuat mereka bangkit dari ketertindasan terhadap nafsu Birahi. Karena dengan komposisi gender yang tidak seimbang tersebut banyak para jomblowan yang menuangkan hasratnya dengan sabun di kamar mandi. Hal ini tentu saja berdampak buruk bagi pemuda bangsa ini.

Oleh karena itu, tak ada salahnya jika gerakan ini menjadi popular saat ini di kampusku. Sehingga para jomblowan semakin hari dapat berkurang. Seperti hal-nya system DBS, maka jomblowan yang sudah memiliki pasangan, maka wajib untuk membantu satu anggota yang lainnya untuk mendapatkan kekasih juga. Dan begitulah seterusnya.

Bahkan ada sebagian mahasiswa eks GERJO ini yang mempunyai komitmen untuk jomblo seumur hidup, waw…ngeri sekali saya mendengar komitmen yang selalu diteriakkan mereka itu. " kita berjanji, dengan berbagai factor yang kami alami. Kami akan jomblo seumur hidup" begitulah kira-kira suara mereka.
Pernah aku menanyakan pada mereka " apakah kalian yakin untuk jomblo seumur hidup? Bukan kah rasulullah menganjurkan kita untuk menikah jika mampu?" tanyaku waktu itu
"sip, betul tul sekali, kita memang mau nikah, tapi gak mau pacaran seumur hidup"  sanggahnya.
Ya begitulah cerita tentang mereka yang anti pacaran karena beberapa factor. Diantaranya adalah:
1.      memang komposisi gender lebih banyak lelaki dari pada si cewek
2.      besarnya nafsu birahi, takut terlanjur basah
3.      mukanya di bawah rata-fata
4.      pernah disakiti oleh pacar
5.      tekanan dari ortu
karena 5 factor inilah mereka berkomitmen untuk jomblo seumur hidup dan menuangkan nafsu birahinya dalam kamar mandi. Cukup miris lah mendengarnya.
Oleh karena itu arek-arek GERJO dengan semangat tingginya ingin menolong mereka dari ketundukan terhadap nafsu birahi tersebut melakukan system DBS dalam hal memporeh pacar yang sholeh (ada gak ya? Zaman sekarang ini? Hehe). Apalagi GERJO ini memandang bahwa masturbasi itu mengakibatkan impotensi.

Yang terakhir, kami beritahukan pada sahabat-sahabat sekalian bahwa hal diatas adalah bukan realita, hanya fiktif belaka. saya hanya sedang berandai-andai bahwa jomblo itu salah satu penyebabnya adalah karena komposisi gender yang tak seimbang di suatu tempat.

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kiat mengirim tulisan ke Media

Tips Agar disukai cewek-cewek

Sebuah Tanda Tanya (?)