Sebuah Tanda Tanya (?)
Begitu nikmatnya kita hidup di dunia ini, kita diberi telinga untuk mendengar. diberi mata untuk melihat dan diberi lidah untuk merasakan. begitu nikmatnya bisa menghisap rokok dengan dibarengi secangkir kopi. nongkrong semalaman seakan tidak punya dosa sama sekali. begitu nikmatnya bisa menjadi manusia normal. Dunia ini memang harus dinikmati. dan akhirat pun juga harus kunikmati. begitulah idealnya bagi kehidupan. kita selalu ingin hidup bahagia dunia dan akhirat.
Tapi, siapakah yang memberikan kenikmatan-kenikmatan itu kecuali Tuhan. Dialah yang memberikan kenikmatan itu pada kita. inilah yang membuat kau gelisah. aku kadang berpikir, betapa tidak kuatnya aku untuk menjalani hidup ini jika seandainya Tuhan berkehendak pada saya untuk tidak bisa melihat atau tidak bisa mendengar. betapa tidak sanggupkah diriku ini jika aku harus hidup sepi di tengah-tengah ke ramaian. inilah sesuatu yang tidak diingankan kita sumua. tapi, hal itu bisa saja terjadi jika lupa atas pemberian Tuhan atas kenikmatan-kenikmatan itu. kita bisa tiba-tiba pada suatu ketika Buta, Tuli, dan menderita dalam arena kehidupan semesta ini. kita semua itu terjadi, kita hanya bisa pasrah pada Tuhan, Pasrah pada kehidupan, dan tak pernah bisa untuk menaklukkan dunia ini.
Refleksi atau renungan ringan diatas lebih banyak sebagai proses pemikiran dan perjalanan riil aku dalam memandang hidup dan kehidupan yang sudah kujalani. aku hanya bisa belajar pada pengalaman yang kujalani. hidup yang penuh dengan tanda tanya (?). hanya Tuhan yang tahu dengan apa yang akan terjadi dengan Hidupku selanjutnya. kita semua tak pernah tahu akan kehidupan masa depan nanti. dan aku tak peduli dengan masa depan maupun masa lalu. yang terpenting adalah masa kini. aku harus konsentrasi pada masa kini. angaplah masa lalu itu sebagai pelajaran. dan anggaplah sesuatu yang akan datang tu adalah tantangan.
Yang terpenting bagi kita untuk diketahui adalah bahwa aku dan dirimu adalah sama, kecuali dalam hal nasib.
Tapi, siapakah yang memberikan kenikmatan-kenikmatan itu kecuali Tuhan. Dialah yang memberikan kenikmatan itu pada kita. inilah yang membuat kau gelisah. aku kadang berpikir, betapa tidak kuatnya aku untuk menjalani hidup ini jika seandainya Tuhan berkehendak pada saya untuk tidak bisa melihat atau tidak bisa mendengar. betapa tidak sanggupkah diriku ini jika aku harus hidup sepi di tengah-tengah ke ramaian. inilah sesuatu yang tidak diingankan kita sumua. tapi, hal itu bisa saja terjadi jika lupa atas pemberian Tuhan atas kenikmatan-kenikmatan itu. kita bisa tiba-tiba pada suatu ketika Buta, Tuli, dan menderita dalam arena kehidupan semesta ini. kita semua itu terjadi, kita hanya bisa pasrah pada Tuhan, Pasrah pada kehidupan, dan tak pernah bisa untuk menaklukkan dunia ini.
Refleksi atau renungan ringan diatas lebih banyak sebagai proses pemikiran dan perjalanan riil aku dalam memandang hidup dan kehidupan yang sudah kujalani. aku hanya bisa belajar pada pengalaman yang kujalani. hidup yang penuh dengan tanda tanya (?). hanya Tuhan yang tahu dengan apa yang akan terjadi dengan Hidupku selanjutnya. kita semua tak pernah tahu akan kehidupan masa depan nanti. dan aku tak peduli dengan masa depan maupun masa lalu. yang terpenting adalah masa kini. aku harus konsentrasi pada masa kini. angaplah masa lalu itu sebagai pelajaran. dan anggaplah sesuatu yang akan datang tu adalah tantangan.
Yang terpenting bagi kita untuk diketahui adalah bahwa aku dan dirimu adalah sama, kecuali dalam hal nasib.

Komentar