Interfensi Isme-Isme di Zaman Globalisasi
Oleh: Muhyiddin el-Febiens
Anugerah untuk para kapitalis, bencana bagi kaum buruh...!!!
Kata globalisasi jika dilihat dari bahasanya diambil dari kata global yang berarti Universal. Definisi dari globalisasi belum memilliki pngertian yang pasti, definisi globalisasi saat sekarang ini tergantungi dari sudut pandang mana orang itu melihatnya. Dari sudut pandang penulis, untuk sementara ini dapat didefinisikan bahwa Globalisasi adalah suatu jaringan kerja global seluruh dunia yang menciptakan suatu kesepakatan sistem bersama dalam hal perdagangan dan keuangan sehingga sebelumnya yang terpencar-pencar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
Suatu kesepatakan sistem itu terdapat sebuah ideologi yang mengatur baik dari segi ekonomi, politik, filsafat, agama, dan kemanusiaan. Dalam hal ini, kita harus mengetahui paham-paham apa saja yang terlibat dalam percaturan dalam zaman globalisasi ini dan seperti apakah campur tangan suatu ideologi tersebut dalam zaman globalisasi?
Liberalisme-Neoliberalisme
Di zaman globalisasi ini ada sebuah paham yang penting untuk dikenal oleh kita semua yaitu paham liberal yang dikenal dengan Liberalisme, paham ini juga termasuk produk dari sekularisasi yang menjadikan agama dan urusan dunia itu terpisah.
Liberalisme berasal dari term liberal yang secara lughawi berarti bebas. Liberalisme adalah suatu paham yang mempunyai prinsip bebas berpikir dan berekspresi. Liberalisme ini sebenarnya berkembang sejalan dengan Kapitalisme. Perbedaannya, Kapitalisme berdasarkan determinisme Ekonomi, sementara Liberalisme tidak semata didasarkan pada ekonomi melainkan juga filsafat, agama, dan kemanusiaan.
Sedangkan liberalisasi itu sendiri merupakan suatu proses atau usaha untuk menerapkan paham liberal tersebut. Seperti misalnya dalam sebuah agama ada Islam Liberal berdasarkan determinisme agama yang merupakan suatu examp hasil dari liberalisasi. Begitu juga dalam aspek-aspek yang lain.
Pada perjalannya kemudian Liberalisme terpecah menjadi dua. pertama, liberalisme yang mendekati sosialisme. Yang kedua, Liberalisme yang mendekati kapitalisme seperti apa yang telah dijelaskan diatas tadi.
Liberalisme yang mendekati kapitalisme inilah yang kemudian kita kenal sebutan Neoliberalisme atau Pasar Bebas, sedangkan yang mendekati sosialisme kita kenal dengan sebutan New Liberalisme. Namun, dalam hal ini penulis tidak ingin untuk membahas New Liberalisme atau Liberalisem baru itu agar tidak teradi suatu pembahasan yang dalam istilah jawanya ngalor-ngidul. Penulis ingin fokus membahas tentang Neoliberalisme yang sangat terkait dengan zaman globalisasi.
Neoliberalisme adalah cara pandang kebijakan yang menekankan pada kebutuhan untuk adanya kompetisi pasar yang bebas (free market competition). Dan sekaligus menjadikan Liberalisme seperangkat gagasan yang terorganisir dan praktek seperangkat kebijakan.
Nah, paham Neolib inilah yang dipuja oleh sebagian orang dan yang dikritik oleh sebagian banyak orang terutama dari kalangan mahasiswa yang selalu menjustice diri sebagai agen of change dan juga masyarakat yang termarginalkan (Antiglobalisasi) yang menjadi korban dari sistem kapitalis ini.
Salah satu contoh dari praktek Neolib adalah Penerapan agenda-agenda ekonomi neoliberal secara mencolok yang dimotori oleh Inggris melalui pelaksanaan privatisasi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mereka. Praktek-praktek seperti inilah yang ditentang oleh kaum anti globalisasi yang mengatakan bahwa kebijakan neoliberal hanya mendorong sebuah "perlombaan menuju dasar" dalam arus modal menuju titik terendah untuk standar lingkungan dan buruh.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah Neoliberalisme (Pasar Bebas) yang didalamnya terbungkus kapitalisme ini baik atau tidak? Jawabannnya adalah sederhana saja yaitu anugerah untuk para kapitalis, bencana bagi kaum buruh. Seharusnya kapitalisme harus mempunyai etika dalam mengepakkan sayapnya agar tidak terjadi ketimpangan sosial yang selalu mengedapankan humanisme. Dengan begitu, kapitalisme tdak menjadi sesuatu yang “Jorok” lagi, justru akan menjadi sesuatu yang berharga bagi sejarah kehidupan manusia.
Komentar