Etika Yang Terbungkam Kapitalisme
Oleh : Muhyiddin el-Febiens Pengertian etika adalah a code or set of principles which people live (kaedah atau seperangkat prinsip yang mengatur hidup manusia). Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai, norma atau moralitas. Dengan demikian, moral berbeda dengan etika. Norma adalah suatu pranata dan nilai mengenai baik dan buruk, sedangkan etika adalah refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa sesuatu itu baik dan buruk. Menipu orang lain adalah buruk. Ini berada pada tataran moral, sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa menipu itu buruk apa alasan pikirannya, merupakan lapangan etika. Salah satu kajian etika yang amat populer memasuki abad 21 di mellinium ketiga ini adalah etika bisnis dengan sistem kapitalisme.
Sistem kapitalis pelan-pelan merasuki sistem negara. Sehingga peran negara lambat laun hilang. Kemudian rakyatlah yang menjadi korban yang membuat kemiskinan semakin merajalela. Rusaknya seorang kapitalis dibuktikan dengan hukum rimbanya yang selalu dipuja yaitu siapa yang kuat dialah yang hidup. Prinsip para kapitalis ini adalah cermin dari manusia rakus yang tak pernah terpuaskan.
Etika Ekonomi
Seperti yang kita ketahui system ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat kecil, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin,
cara pandang kapitalis telah melenceng dari hakekat sebuah ekonomi. yang mana ekonomi itu sendiri selalu identik dengan terwujudnya suatu kesejahteraan, keadilan, keseimbangan dan pertanggung jawaban kapitalis tidak melihat kepada tujuan sebuah system ekonomi, kapitalis hanya memikirkan bagaimana supaya bisa mendapat untung, meskipun harus merugikan pihak lain, system kapitalis tidak mengedepankan kesejahteraan yang merupakan tujuan atau hakekat dari sebuah ekonomi.
cara pandang kapitalis telah melenceng dari hakekat sebuah ekonomi. yang mana ekonomi itu sendiri selalu identik dengan terwujudnya suatu kesejahteraan, keadilan, keseimbangan dan pertanggung jawaban kapitalis tidak melihat kepada tujuan sebuah system ekonomi, kapitalis hanya memikirkan bagaimana supaya bisa mendapat untung, meskipun harus merugikan pihak lain, system kapitalis tidak mengedepankan kesejahteraan yang merupakan tujuan atau hakekat dari sebuah ekonomi.
Jika etika boleh ikut berbicara, kapitalisme benar-benar telah membungkam nya. Para kapitalis tidak menggunakan etika dalam sistem ekonomi yang mengedapankan keseimbangan dan keadilan artinya perilaku bisnis harus seimbang dan adil. leseimbangan berarti tidak berlebihan (ekstrim) dalam mengejar keuntungan ekonomi. Kepemilikan individu yang tak terbatas, sebagaimana dalam sistem kapitalis, tidak dibenarkan. Dalam Islam, Harta mempunyai fungsi sosial yang kental
Dengan melihat realita yang seperti itu, bagaimana tawaran dari Islam? Seperti apa konsep ekonomi Islam? Hal ini telah menjadi wacana yang sedang berjalan di negara kita. misalnyai bank-bak yang menggunakan konsep islam.
Jika melihat sistem kapitalis yang sudah merasuki negara dan sulit untuk di tumbangkan. Maka, konsep kapitalis itu terpaksa diperbolehkan asal harta yang mereka dapatkan dengan keuntungan yang besar tersebut tidak untuk dirinya, tapi, untuk rakyat terutama rakyat miskin.
Jika sebuah negara bisa membuat peraturan semacam itu, maka kapitalis tidaklah menjadi kambing hitam. Dan selalu dinilai negative. Jadi, sebuah negara harus mengatur kapitalisme, bukan kapitalis yang mengatur negara. Sehingga peran negara masih ada. Dengan membuat peraturan bahwa para kapitalis harus bersedekah dengan 25 % atau 50 % dari hartanya, ekonomi sebuah negara akan seimbang.
Komentar