Memberikan Sumbangsih terhadap Ilmu Pengetahuan*

Judul : Metodologi Penelitian: Wilayah Kontemporer
Penulis: Prof. Dr. H. Hadi Sabari Yunus, M.A; DRS
Penerbit: Pustaka Pelajar-Yogyakarta, September 2010
Tebal: xxii + 452 halaman
Peresensi : Muhyiddin el-Febiens



Manusia sebagai makhluk istimewa yang mempunyai nalar perlu untuk menggunakan kemampuan nalarnya tesebut agar bermanfaat bagi kehidupan. Dengan memberikan suatu sumbangsih dalam ilmu pengetahuan berarti telah menggunakan kemampuan nalar tersebut bermanfaat bagi kehidupan, dan untuk memberikan sebuah sumbangsih kita bisa melakukannya dengan sebuah reseach (penelitian).

Untuk melakukan sebuah penelitian memang memerlukan perencanaan yang matang dari berbagai segi. Oleh karena itu, pelaksanaan suatu penelitian membutuhkan curahan waktu, tenaga, dan biaya. Ketiga hal inilah yang harus diperhitungkan dalam sebuah penelitian agar mampu melakukan penelitiannya dengan baik.

Nah, Berangkat dari kegelisahan bahwa sebagian besar para peneliti yang mempunyai objek kajian tentang suatu wilayah, ternyata masih banyak yang tidak tahu makna sebenarnya tentang problem research (permasalahan penelitian) yang menduduki posisi sentral dalam suatu penelitian, bagaimana merumuskannya, keterkaitannya dengan tujuan penelitian, dan perumusan hipotesis atau pertanyaan penelitian. Maka, Hadi Sabari Yunus dalam buku ini menekankan dari berbagai perspektif. Yaitu perspektif ontogis, yang membahas tentang pemehaman makna komponen-konponen metodologi penelitian. Kemudian dari Perspektif epistemologis yang menanyakan dimana dan bagaimana sesuatu hal seharusnya berada dalam lingkup metodologis.

Selama ini, sebenarnya sudah banyak buku yang membicarakan mengenai metodologi penelitian. Namun, belum banyak buku metodologi penelitian yang secara khusus mengarahkan pada penelitian wilayah sebagai entitas. Wilayah yang merupakan suatu ruang lingkup yang kompleks dengan ciri khas yang membatasinya dari wilayah lain. Oleh karena itu, sebuah penelitian yang mnyangkut wilayah dari disiplin apapun, memiliki warna tersendiri dalam hal komponen-komponen metodologisnya.

Setelah menjelajahi lebih dalam, buku ini mempunyai ciri khas tersendiri dalam komponen-komponen metodologisnya yang selalu dikaitkan dengan penelitian. Seperti misalnya latar belakang, perumusan masalah peelitian, permasalahan dalam penelitian, pendekatan penelitian, hipotesis, pertanyaan penelitian dan teknik sampling. Hal-hal tersebut dalam buku ini dibahas secara terperinci.

Akan tetapi, Sebagaimana pepatah mengatakan tidak ada gading yang tidak retak, buku ini tentunya juga kurang dari sempurna karena tidak menyorot mengenai teknik-teknik analisis (perspektif aksiologis) yang merupakan suatu pembahasan yang cukup urgen dalam metodologi penelitian. Seandainya masalah ini dibahas juga, maka buku ini menjadi buku yang lebih sempurna untuk memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan khususnya dalam suatu metodologi penelitian. Meski penulis tahu bahwa dalam membahas tentang teknik-teknik analisis ini juga butuh ruang yang sangat banyak.  Namun untuk menuju sesuatu yang lebih sempurna, perlu kiranya untuk disorot.

Mengenai judul buku ini, yaitu tentang istilah Kontemporer, Hadi Sabari Yunus sengaja menyertakan karena beberapa hal dalam penelitian wilayah yang saat ini dimanfaatkan sebagai sarana penelitian wilayah serta wacana-wacana yang belum pernah dikemukakan oleh buku metodologi penelitian lainnya menjadi bagian penting dalam buku ini.

Akhirnya, hadirnya buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan substansial terhadap para peneliti yang mempunyai objek kajian tentang wilayah dengan segala komponennya, dan juga bisa dimanfaatkan oleh mahaisswa S1, S2, dan S3.


Peresensi: Mahasiswa Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

*Resensi ini pernah dimuat di Harian Online Kabar Indonesia (HOKI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kiat mengirim tulisan ke Media

Tips Agar disukai cewek-cewek

Sebuah Tanda Tanya (?)