Ujung Tombak Revolusi

Pemuda bisa dibilang adalah Roh dari sebuah pergerakan, tanpa Pemuda pergerakan itu akan menjadi fakum dan tak berdaya ketika menghadapi permasalahan-permasalahan kontemporer. akan tetapi ujung tombak ini akan kurang menusuk ke jantung2 permasalahan jika tidak dibarengi dengan gagang dari sebuah tombak itu yakni kaum Tua yang seharusnya mengayomi yang tua-tua, antara yang muda dan Tua ini selalu berintegrasi satu dengan yang lainnya. 

Pemikiran-Pemikiran klasik tidak akan cocok jika kita gunakan dalam problem-problem kekinian. butuh transformasi keilmuan antar ke dua belah aktor dari pergerakan ini. antar pemikiran tua, dan pemikiran kaum muda yang segar, kamu muda masih mempunyai rasa juang yang tinggi, dan begitu idealis, sedangkan kaum tua sudah sangat berpengalaman. maka perpaduan ini sungguh ideal demi tercapainya visi sebuah pergerakan itu.


Sebagai ujung tombak sebuah pergerakan, pemuda-pemuda tentunya harus lebih kritis terhadap realita yang terjadi sekrang ini, dan bergerak dalam bidang ke sosialan dan membela kaum-kaum yang tertindas. gerakan yang membela rakyat miskin, dan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak bijak.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, pemuda ynag bagaimnakah yang ideal? bagi saya adalah pemuda yang telah menjadi santri dan mahasiswa. karena akan terbentuk wajah santri yang tampil dengan kekuatan spiritualnya dan mempunyai kesadaran keagamaan yang menjadi modal untuk memperkuat mental keimanan yang kuat. dan menjadi mahasiswa adar mempunyai wajah yang kritis terhadap pemikiran yang kolot, yang butuh di dekondtruksi, dan memahami masalah-masalah kontemporer. jadi, sempurnalah mereka yang pernah menjadi santri dan menjadi mahasiswa. meskipun semua itu tergantung pada individu masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kiat mengirim tulisan ke Media

Tips Agar disukai cewek-cewek

Sebuah Tanda Tanya (?)