SUBUH


Di pagi yang sunyi
syair-syair kerinduan mengalir
bagai air terjun yang jatuh pada batu
menyisakan rindu pada siapa yang kunamakan Tuhan

Rindu diantara kesombongan
telah lama terpendam darimu
saat itu kosong
Hidayahmu belumlah mengalir
Pada hambamu yang sombong ini

Tapi dalam subuh ini
waktu terus berputar
merampas hati yang beku
membuatku merenung
lalu sadar
bahwa lama sudah tak sua denganmu
yang kusebut kau sebagai Tuhan

dzikir kepadamu adalah kewajiban
dzikir dengan fikiran adalah keharusan
masa ini adalah masa segala dzikir
berdzikir hingga mentari megantarkan mati 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAJETHI {kedamaian yang begitu damai }

Cogito Ergo Sum

CATATAN LELAKI BERAMBUT PANJANG