Kunci Itu ada dalam diri manusia
Kehidupan ini tidak ada artinya jika tidak ada manusia lain selain diri kita. semuanya tidak ada gunanya. bayangkan saja jika kita hidup di dunia ini hanaya sendiri. apa yang akan kau lakukan? apakah anda akan merasa bebas karena tak ada yang mengaturnya? jawabannya adalah TIDAK, karena bagaimanpun juga ada yang Maha Kuasa di dunia ini.
Manusia itu tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. lihat saja si Adam. si bapak manusia itu. dia membutuhkan hawa untuk menemaninya. dia butuh berkomunikasi dengan seseorang yang sama bentuknya dengan dia. baik itu berkomunikasi dengan suara bahkan dengan fisiknya. seperti itulah manusia. bahka, saya sendiri sering ke bingungan jikala sendiri. pikiranku kacau, sepi, merenung, berkhayal dan sebagainya. tapi semua itu bisa diatasi di warung kopi. karena ada banyak manusia lain disebelah sana.
jadi, berhubungan dengan manusia lain itu sangat penting dalam hidup kita, akan tetapi karakter manusia itu beda-beda. jangan heran jika anda menlihat manusia duduk sendiri, termenung di tempat sepi sendirian di hutan, dan selalu menyendiri, dia bukan gila. dia hanya bagian dari manusia yang gelisah. dia akan selalu gelisah, karena dia tak bergabung dengan manusia lainnya. apakah dia bahagia? bisa saja dia bahagia. tapi apakah dia akan sukses? bisa saja dia Sukses dengan perenungannya. dan dituangkan dalam tulisan. agar dia menjadi bagian dari sejarah. sungguh menarik jika kita berbicara tentang manusia. entah saya sendiri belum tahu termasuk manusia yang bagaimana. tapi kadang-kadang saya ingin rasanya menjadi seperti karakter mereka. saya hanya ingin tahu apa yang dirasakan manusia-manusia seperti itu. hanya itu.
Tapi bagiku, Kesuksesan, Kebahagiaan, Kesejahteraan. itu semua ada dalam diri manusia itu sendiri. yaitu bagaimana dia berinteraksi dengan manusia lainnya. mempunyai hubungan baik dengan manusia lainnya. itu adalah kuncinya. jika kita berhubungan dengan orang-orang itu dengan baik maka kita akan memperoleh cita-cita absolut manusia itu. berhubungan dengan tidak memandang dia sebagai Pejabat, Pebisnis, Orang Kaya, Orang Miskin, tetapi sebagai manusia yang sebenaranya. yaitu Manusia yang butuh dengan sesamanya.
Manusia itu tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. lihat saja si Adam. si bapak manusia itu. dia membutuhkan hawa untuk menemaninya. dia butuh berkomunikasi dengan seseorang yang sama bentuknya dengan dia. baik itu berkomunikasi dengan suara bahkan dengan fisiknya. seperti itulah manusia. bahka, saya sendiri sering ke bingungan jikala sendiri. pikiranku kacau, sepi, merenung, berkhayal dan sebagainya. tapi semua itu bisa diatasi di warung kopi. karena ada banyak manusia lain disebelah sana.
jadi, berhubungan dengan manusia lain itu sangat penting dalam hidup kita, akan tetapi karakter manusia itu beda-beda. jangan heran jika anda menlihat manusia duduk sendiri, termenung di tempat sepi sendirian di hutan, dan selalu menyendiri, dia bukan gila. dia hanya bagian dari manusia yang gelisah. dia akan selalu gelisah, karena dia tak bergabung dengan manusia lainnya. apakah dia bahagia? bisa saja dia bahagia. tapi apakah dia akan sukses? bisa saja dia Sukses dengan perenungannya. dan dituangkan dalam tulisan. agar dia menjadi bagian dari sejarah. sungguh menarik jika kita berbicara tentang manusia. entah saya sendiri belum tahu termasuk manusia yang bagaimana. tapi kadang-kadang saya ingin rasanya menjadi seperti karakter mereka. saya hanya ingin tahu apa yang dirasakan manusia-manusia seperti itu. hanya itu.
Tapi bagiku, Kesuksesan, Kebahagiaan, Kesejahteraan. itu semua ada dalam diri manusia itu sendiri. yaitu bagaimana dia berinteraksi dengan manusia lainnya. mempunyai hubungan baik dengan manusia lainnya. itu adalah kuncinya. jika kita berhubungan dengan orang-orang itu dengan baik maka kita akan memperoleh cita-cita absolut manusia itu. berhubungan dengan tidak memandang dia sebagai Pejabat, Pebisnis, Orang Kaya, Orang Miskin, tetapi sebagai manusia yang sebenaranya. yaitu Manusia yang butuh dengan sesamanya.
Komentar