Akulah Lelaki
ketika malam tiba tatap mata seorang Sahabat pun berubah jadi tatap mata seorang kekasih. suara jangkrik pun berubah menjadi suara piano yang biasa mengiringi sepasang kekasih. bahkan dingin pun akan menjadi hangat jika malam itu terjadi sesuatu yang menghangatkan. dan dunia pun akan tiada kala kekasih menjadi seorang kekasih yang haus akan sentuhan keabadian. dan disitulah kekasih itu akan menjadi Abadi dalam kenangan seorang kekasih.
Hasrat itu itu tiba-tiba datang, perasaan itu membuat pikiranku kaku. tapi, ingin segera kuhilangkan rasa itu. sial , aku tak mampu karena aku juga seorang lelaki. lelak normali yang mempunyai daya tarik terhadap wanita. karena wanita adalah perhiasan dan perhiasan itu indah sekali. diamku menjadikan rasa itu semakin menjadi-jadi, dia menatapku dengan penuh makna. entah makna apa yang ada di matanya waktu itu. apakah itu tatapan seorang sahabat atau tatapan seorang kekasih. sungguh membuatku ragu untuk mendekapnya. karena malam itu hujan deras mengguyur atap dinding kamarku.
seiring dengan irama hujan, dia semakin dekat padaku. siapakah yang harus mendekat? kataku dalam hati. aku ataukah dia? aku adalah seorang lelaki dan seharusnya aku yang lebih dulu mendekat padanya. perempuan memang lebih besar nafsunya dari pada lelaki. aku tak sabar ingin mendekapnya, menciumnya, dan membahagiakannya.
dalam lingkaran asmara yang begitu mesrah. aku ingat suatu hal, bahwa aku ini adalah seorang lelaki. dan seorang lelaki itu bisa bepikir lebih panjang dari wanita. apakah dia akan bahagia kelak jika aku telah memuaskan nafsu birahinya? padahal ini hanyalah kepuasan sesaat saja. dan apakah Tuhan akan memaafkan sesuatu yang dilaknatnya ini? TIDAK, tak kan kubiarkan malam ini menjadi malam yang terakhir dari keperjakaanku.
kuketika nafasnya mendengus naik turun, kecupan-kecupannya menjalar ke seluruh tubuhku, dan ketika tangannya berjalan seakan tanpa dosa ke bagian Vital itu, kupegang tangannya dan kutatap matanya dengan penuh kasih sayang. dan aku mulai berucap "dengan tidak melakukan ini adalah bukti kasih sayangku padamu" dia mengangguk seakan mengerti. dan malam itu menjadi malam yang sangat menguntungkan bagiku karena aku tak sampai menggagahinya.
pada suatu saat ku akan menggagahimu di kamar pengantin wahai kekasih. aku janji padamu.....
ditulis oleh tangan cahaya..
Hasrat itu itu tiba-tiba datang, perasaan itu membuat pikiranku kaku. tapi, ingin segera kuhilangkan rasa itu. sial , aku tak mampu karena aku juga seorang lelaki. lelak normali yang mempunyai daya tarik terhadap wanita. karena wanita adalah perhiasan dan perhiasan itu indah sekali. diamku menjadikan rasa itu semakin menjadi-jadi, dia menatapku dengan penuh makna. entah makna apa yang ada di matanya waktu itu. apakah itu tatapan seorang sahabat atau tatapan seorang kekasih. sungguh membuatku ragu untuk mendekapnya. karena malam itu hujan deras mengguyur atap dinding kamarku.
seiring dengan irama hujan, dia semakin dekat padaku. siapakah yang harus mendekat? kataku dalam hati. aku ataukah dia? aku adalah seorang lelaki dan seharusnya aku yang lebih dulu mendekat padanya. perempuan memang lebih besar nafsunya dari pada lelaki. aku tak sabar ingin mendekapnya, menciumnya, dan membahagiakannya.
dalam lingkaran asmara yang begitu mesrah. aku ingat suatu hal, bahwa aku ini adalah seorang lelaki. dan seorang lelaki itu bisa bepikir lebih panjang dari wanita. apakah dia akan bahagia kelak jika aku telah memuaskan nafsu birahinya? padahal ini hanyalah kepuasan sesaat saja. dan apakah Tuhan akan memaafkan sesuatu yang dilaknatnya ini? TIDAK, tak kan kubiarkan malam ini menjadi malam yang terakhir dari keperjakaanku.
kuketika nafasnya mendengus naik turun, kecupan-kecupannya menjalar ke seluruh tubuhku, dan ketika tangannya berjalan seakan tanpa dosa ke bagian Vital itu, kupegang tangannya dan kutatap matanya dengan penuh kasih sayang. dan aku mulai berucap "dengan tidak melakukan ini adalah bukti kasih sayangku padamu" dia mengangguk seakan mengerti. dan malam itu menjadi malam yang sangat menguntungkan bagiku karena aku tak sampai menggagahinya.
pada suatu saat ku akan menggagahimu di kamar pengantin wahai kekasih. aku janji padamu.....
ditulis oleh tangan cahaya..
Komentar